Riri Riza

Sutradara Film

Riri Riza yang lahir pada tahun 1970 merupakan sarjana Fakultas Film dari Institut Kesenian Jakarta. Ia berkesempatan melanjutkan studinya pada program Master Penulisan Skenario di Royal Holloway, University of London, Inggris. Sebagai sutradara kawakan dalam dunia perfilman Indonesia pasca reformasi Ia dikenal akan kemampuannya menggebrak batas-batas genre konvensional sekaligus meraih kesuksesan box office. Riri juga salah satu pencetus gerakan anti sensor di Indonesia.

Riri Riza memiliki kemampuan luar biasa dalam bercerita dengan pendekatan artistik dan keberaniannya mengeksplorasi film, tidak heran kalau karya-karyanya banyak diminati. Film pendeknya SONATA KAMPUNG BATA menerima penghargaan di festival film pendek di Oberhausen, Jerman, dan kemudian juga ditayangkan di beberapa festival di Asia, Eropa dan Amerika.

Pada tahun 1996 Ia ikut menyutradarai sebuah film independent berjudu KULDESAK. Proyek tiga tahun ini selesai tahun 1998 dan ditayangkan di beberapa festival film di Rotterdam, Deauville, Singapura dan di Filipina.
Film feature pertamanya dirilis pada tahun 2000, sebuah drama musical berjudul PETUALANGAN SHERINA yang sukses bertengger di jajaran box office dan membuka jalan bagi kebangkitan industri film Indonesia.

Riri Riza menulis sekaligus menyutradari film ELIANA, ELIANA pada tahun 2002, bekerjasama dengan I Sinema, sekelompok pembuat film independen. Film tersebut berhasil memenangkan Young Cinema Award dan Netpac/Fipresci Award di Singapore Internationsl Film Festival, dan Special Mention di ajang penghargaan The Dragons and Tiger Awards di Vancouver and penghargaan untuk Best Actress di Deauville, Perancis, selain juga ditayangkan di beberapa festival film internasional bergengsi seperti di Pusan, Los Angeles, dan London.

Pada tahun 2005 Ia menulis sekaligus menyutradari film GIE yang kemudian memenangkan penghargaan untuk Film Terbaik, Aktor Terbaik dan Sinematografi terbaik di Festival Film Indonesia 2005, penghargaan Special Jury Prize di Singapore International Film Festival 2006 dan Special Jury Prize di Asia Pacific Film Festival 2007. Masih di tahun 2005 Riri menyutradarai film feature bertemakan keluarga, UNTUK RENA. Penghargaan Best Director Award dari Brussels International Independent Film Festival 2008 dimenangkan Riri untuk karya filmnya yangmenggugah, 3 HARI UNTUK SELAMANYA.

Film LASKAR PELANGI, karyanya yang dirilis bulan September 2008 hadir dengan kesuksesan fenomenal, memecahkan rekor sebagai film box office Indonesia dengan jumlah penonton bioskop terbanyak, terpilih tayang di ajang bergengsi Berlin International Film Festival (Berlinale) 2009, diundang lebih dari 20 festival film internasional di 5 benua dalam kurun waktu 1 tahun setelah rilisnya, dan mendapat beberapa penghargaan bergengsi, diantaranya SIGNIS Award dari Hong Kong International Film Festival 2009. Sekuel film ini, SANG PEMIMPI, adalah proyek Riri Riza selanjutnya yang akan tayang bulan Desember 2009.