Mira Lesmana

Produser Film

Produser Film Indonesia kelahiran  tahun 1964, MIRA LESMANA, merupakan lulusan pertama jurusan Produksi Film di Institut Kesenian Jakarta.

Dalam kolaborasinya bersama Riri Riza, Nan Achnas dan Rizal Mantovani, Mira ikut menulis, menyutradarai dan memproduseri film antologi KULDESAK yang kemudian menjadi salah satu tonggak sejarah perfilman Indonesia ketika dirilis pada tahun 1998. Kala itu industri perfilman Indonesia tengah mengalami krisis, dampak dari melesunya produksi film Indonesia, dan kekang rezim Orde Baru yang membelenggu kreatifitas anak bangsa di hampir seluruh penjuru Nusantara.

Walau dibuat dengan dengan gaya produksi bergerilya (bukan gaya memproduksi film yang populer saat itu), dan baru rampung dalam tiga tahun, Kuldesak berhasil menunjukkan bagaimana sinema Indonesia masih memiliki denyut nadi dan bisa bangkit walau dalam kondisi tersudut sekalipun, sehingga tercatat sebagai terobosan penting yang menginspirasi banyak pembuat film muda Indonesia.

 Dengan rumah produksi yang didirikannya, Miles Productions –kemudian dikenal dengan nama Miles Films– Mira terus berkarya dan berprestasi. Ia memproduksi dua film box office nasional yang fenomenal, PETUALANGAN SHERINA (2000) dan ADA APA DENGAN CINTA ? (2002), keduanya bukti nyata bahwa film-film lokalbisa memiliki daya saing yang tinggi ketika dibuat dengan baik dan seksama, bahkan dapat mengalahkan jumlah penonton film Hollywood maupun film import lainnya.

Dibalik kemampuan cemerlangnya membuat film-film yang sukses secara komersil, Mira juga meluangkan waktu dan energinya untuk membuat karya-karya film yang lebih artistik, dengan skala produksi lebih kecil, seperti ELIANA ELIANA, 3 HARI UNTUK SELAMANYA dan ATAMBUA 39CELSIUS. Ketiga judul tersebut -juga film GIE yang epik dan bersejarah-  merupakan hasil kolaborasi Mira dengan Sutradara Riri Riza yang menarik perhatian dan  membuahkan sejumlah penghargaan di kancah internasional.

 

Kerjasama Mira-Riri juga sempat merajai tangga box-office di tanah air dengan keberhasilan mereka mengadaptasi cerita dari novel populer LASKAR PELANGI (2008). Tercatat 4,5 juta orang telah menonton film tersebut selama 4 bulan setelah tanggal rilisnya, menjadikan Laskar Pelangi salah satu film Indonesia yang sukses dalam kacamata komersil. Film ini juga masuk sesi Panorama di festival Berlinale 2009.

Belum lama ini, justru  ketika grafik penjualan tiket bioskop film-film Indonesia sedang merunduk, duo Mira-Riri kembaliunjuk kemampuan. Film ADA APA DENGAN CINTA 2 (2016)yang dirilis 14 tahun setelah kisah originalnya, mulus mencapai angka 3.6 juta penonton.

Sementara film terbaru mereka, ATHIRAH, tercatat memborong 6 piala di Festival Film Indonesia 2016, termasuk penghargaan untuk Film Terbaik. Film yang syutingnya mengambil lokasi di Makassar, Sengkang dan Pare-Pare (Sulawesi Selatan) ini versi internasional nya diberi judul EMMA’ (Mother), dan telah melanglangbuana di arena festival film internasional di Vancouver, Busan, Tokyo, Vesoul, Melbourne dan Iran.

Mira Lesmana telah berulangkali mengantongi gelar box-office untuk karya-karyanya, namun berusaha keras untuk tidak terbawa arus industri. Dengan mengusung bendera Miles Films Mira tetap mendedikasikan waktu dan energi untuk setiap film yang dibuatnya, tak heran jika hanya 1 atau 2 film yang dihasilkan rumah produksi ini setiap tahunnya. Etos kerja ini dipilihnya untuk menjaga standar dan kualitas dari setiap karya yang dilahirkan, masing-masingnya dikerjakan dengan cinta.