Mira Lesmana

Produser Film

Mira Lesmana lahir di Jakarta pada tahun 1964. Ia menimba ilmu di jurusan penyutradaraan Institut Kesenian Jakarta (1985-1988), dan kemudian memilih karir sebagai produser film. Lima tahun bekerja untuk Lintas Advertising dan empat tahun untuk Katena Films, ia kemudian membangun MILES Production pada tahun 1995. Namanya melambung setelah ia menjadi produser film serial dokumenter ANAK SERIBU PULAU yang sukses di tahun 1996. Tapi ia baru diakui sebagai pembuat film setelah berkolaborasi dengan Riri Riza, Nan T. Achnas dan Rizal Mantovani dalam pembuatan film KULDESAK di tahun 1998. Di tengah krisis perfilman indonesia pada waktu itu, ’Kuldesak’ berhasil tampil beda dan meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya karena kesuksesannya dalam jagat perfilman Indonesia, tapi juga karena kisah menarik yang terjadi di belakang layarnya. Pasalnya, dibutuhkan tiga tahun untuk menyelesaikan film yang dibuat dengan ’taktik gerilya’ itu, di mana para aktor dan kru nya sukarela mendedikasikan waktu, tenaga dan bakat mereka tanpa mengharapkan imbalan. Kentalnya semangat dalam pembuatan film ini mengagetkan banyak orang yang sudah terlebih dulu memandang pesimis nasib perfilman layar lebar Indonesia.

Para kritikus film acapkali berpendapat seorang Mira Lesmana sulit ditebak aksinya, karena memproduksi rangkaian film yang masing-masingnya saling berbeda. Mulai dari yang sukses besar di box office, sampai yang menjadi sasaran para kritikus film, dari film feature yang beranggaran kecil sampai produksi film epik besar-besaran. Mira Lesmana juga tidak sungkan merangkul sutradara baru yang berbakat.

Pada tahun 2000 Mira Lesmana memproduksi film feature pertama Riri Riza, sebuah film anak-anak berjudul PETUALANGAN SHERINA. Di tahun 2002, ia memproduksi film feature perdana Rudi Soedjarwo yang berjudul ADA APA DENGAN CINTA, dimana Riri Riza bertindak sebagai co-producernya. Kedua film ini sukses di tingkat nasional, dengan peringkat box office tertinggi dalam beberapa dekade belakangan, dan menempatkan Mira sebagai salah satu produser paling berpengaruh dan inspirasional di Indonesia. Tercatat juga kolaborasi Mira dengan sutradara muda, Agung Sentausa dalam memproduksi film GARASI yang bercerita tentang sebuah grup band yang berusaha beradaptasi seiring dengan melesatnya popularitas mereka. Dengan munculnya film ini, Mira juga memperkenalkan satu usaha barunya, MILES Music. Ketiga bintang yang tampil sebagai anggota band dalam film tersebut dikontrak Mira sebagai band ’betulan’, Garasi, di bawah panji label MILES Music.

Mira Lesmana dan Riri Riza menjadi partner dan menjalankan MILES Films Production bersama. Mira pun memproduksi tiga lagi film Riri Riza, yaitu ELIANA,ELIANA (2002) yang menuai banyak respon dari para kritikus film, film GIE (2005) yang menuai kontoversi politik, dan tidak lama setelah itu, sebuah proyek film feature anak-anak bertajuk UNTUK RENA (2005), 3 HARI UNTUK SELAMANYA (2007) yang menggugah, LASKAR PELANGI (2008), yang diangkat dari novel bestseller karya Andrea Hirata dan memecahkan rekor film Indonesia dengan jumlah penonton bioskop terbanyak yaitu 4,6 juta penonton, serta sekuelnya, SANG PEMIMPI, yang akan dirilis bulan Desember 2009.