Miles Films

MILES Films adalah rumah produksi lokal yang didirikan pada bulan Maret 1995 dan saat ini dipimpin oleh Mira Lesmana dan Riri Riza.

Pada awalnya MILES Films khusus memproduksi film-film televisi dan dokumenter, juga sebagai wadah pelatihan bagi para seniman muda berbakat yang ingin membuat video musik dan iklan TV. Reputasi MILES Films melejit di tahun 1996 berkat kesuksesan mereka memproduksi 13 episode doku-drama berjudul ANAK SERIBU PULAU. Program ini disiarkan di 5 stasiun televisi swasta Indonesia dan diterima dengan baik oleh berbagai kalangan masyarakat termasuk para kritikus film.

Di akhir tahun 1999, dengan mengindahkan pesimisme masyarakat akan perfilman Indonesia, MILES Films mulai menempuh petualangan baru, memproduksi film feature. Debut mereka bertajuk PETUALANGAN SHERINA, sebuah musikal anak-anak arahan sutradara Riri Riza. Film tersebut dirilis pada tahun 2000 dan segera menuai kesuksesan fenomenal hingga mencapai 16 juta penonton di Indonesia, dimana saat itu sudah 25 tahun masyarakat memandang perfilman lokal dengan sebelah mata. Walau tak sedikit suara skeptis mencurigai kesuksesan ini hanya untung-untungan dan tidak akan berlanjut, hawa optimisme akan kemampuan industri perfilman lokal untuk tumbuh dan berkembang mulai berhembus.

MILES Films pada tahun 2002 kembali merilis sebuah film feature, ADA APA DENGAN CINTA. Film tersebut merupakan karya perdana banyak talenta di bidang produksi film, termasuk Sang Sutradara, Rudi Soedjarwo. Terjualnya 2,5 juta tiket film ini di loket box office membuatnya tercatat sebagai film yang berhasil mengajak penonton muda Indonesia kembali berkunjung ke teater bioskop. Bahkan, film ini sempat dirilis di bioskop di Jepang dan Malaysia, juga ditayangkan di televisi Australia dan Perancis, sekaligus mengantarkan Rudi Soedjarwo pada piala kemenangan sebagai Sutradara Terbaik dan Dian Sastrowardoyo sebagai Aktris Utama Terbaik di ajang Festival Film Indonesia.

Masih di tahun 2002, MILES Films bekerjasama dengan I Sinema dalam pembuatan dan perilisan sebuah film feature digital arahan sutradara Riri Riza berjudul ELIANA,ELIANA. I Sinema adalah sebuah gerakan yang dimotori Mira Lesmana dan Riri Riza dengan 10 pembuat film independent lainnnya di tahun 1999. ’Eliana, Eliana’ menuai pujian banyak kritikus film dan meraih penghargaan Young Cinema Award dan Netpac/Fipresci Jury Award di Singapore International Film Festival, mendapat penghargaan Special Mention dalam ajang Dragons and Tigers Award di Vancouver International Film Festival, dan penghargaan Best Actress di Deauville International Film Festival, Perancis.

Tiga tahun kemudian MILES Films kembali mengembangkan dan memproduksi sebuah film feature, kali ini mengambil cerita dari kisah kehidupan seorang aktivis muda dalam gerakan mahasiswa di tahun 60-an, Soe Hok Gie. Film yang cukup diantisipasi masyarakat ini akhirnya dirilis pada bulan Juli 2005. GIE menjadi film yang paling banyak dibicarakan orang saat itu, karena berani bersentuhan dengan isu-isu politik yang sensitif dan tak pernah dieksplorasi film-film lokal sebelumnya. Film ini berhasil memenangkan gelar Film Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2005, dan penghargaan Special Jury Prize di The Singapore Film Festival 2006.

Di tahun 2005 juga MILES Films meluncurkan GARASI, sebuah film tentang persahabatan dan musik arahan sutradara Agung Sentausa. Para pemain utama film ini pada kenyataanya juga membentuk grup band musik dengan nama yang sama, Garasi, dan telah melahirkan album kedua mereka di akhir 2008.

Film feature garapan Riri Riza 3 HARI UNTUK SELAMANYA (3 Days To Forever), mengundang beragam opini masyarakat ketika dirilis pada tahun 2007. Film tersebut terpilih sebagai The Best Indonesian Film di Jakarta International Film Festival 2007, sementara untuk film ini pula Riri Riza dianugerahi penghargaan Best Director di festival bergengsi 35th Brussels International Film Festival 2008.

MILES Films mengakhiri tahun 2008 dengan produksi film LASKAR PELANGI (The Rainbow Troops), yang ceritanya diambil dari novel mega hit bestseller karya Andrea Hirata. Film tersebut memecahkan rekor film lokal dengan penonton terbanyak karena berhasil mengundang 4.5 juta penonton bioskop dalam kurun waktu kurang dari 4 bulan. ‘Laskar Pelangi’ pun terbukti diminati masyarakat dunia, dimana dalam satu tahun diundang untuk diputar di 20 festival internasional di manca negara dari 5 benua, dan meraih beberapa penghargaan bergengsi. Salah satu diantaranya adalah penghargaan Signis Award dari ajang Asian Film Awards 2008, sebagai film yang sepenuhnya mengekspresikan kepedulian sosial dan kemanusiaan sekaligus mengangkat nilai-nilai spiritual dan artistik dalam film.

MILES Films menutup kalender tahun 2009 dengan produksi film terbaru mereka SANG PEMIMPI, yang merupakan sequel dari film sebelumnya, Laskar Pelangi.